Mahasiswa KKN Ikut Sukseskan Pembagian PMT
31 July 2025
Gumelar, 31 Juli 2025 — Pemerintah Desa Gumelar bersama kader posyandu dan mahasiswa KKN Kolaboratif 100 kembali melaksanakan kegiatan pembagian Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada balita dan ibu hamil, kali ini dilaksanakan di Dusun Jogaran, Kecamatan Balung.
Sebanyak 8 penerima manfaat, terdiri dari 5 balita dan 3 ibu hamil, menerima bantuan PMT dalam kegiatan yang berlangsung pada hari kamis tanggal 31 Juli 2025 ini. Para mahasiswa KKN turut serta dalam mendistribusikan makanan, serta ikut dalam proses penyuluhan terkait gizi dan stunting.
Kegiatan ini dipandu oleh Ibu Isnawati, kader posyandu yang aktif mendampingi warga. Para mahasiswa juga diperkenalkan dengan kondisi nyata di lapangan, di mana anak-anak yang mengalami stunting tidak hanya berasal dari satu dusun saja, melainkan tersebar dari 7 orang Dusun Jogaran dan 1 orang dari Dusun Rejosari.
Angka stunting di Desa Gumelar menunjukkan penurunan signifikan. Dari sebelumnya 46 kasus pada bulan lalu, kini turun menjadi 33 kasus. Hal ini menjadi bukti bahwa intervensi PMT secara rutin memberikan dampak positif, meskipun belum menyeluruh dan masih terdapat tantangan di lapangan.
Salah satu tantangan utama adalah beberapa anak tetap mengalami stagnasi berat badan meski rutin menerima PMT. Faktor penyebabnya antara lain kesulitan makan, kurang waktu istirahat, serta aktivitas fisik berlebihan. Anak-anak tersebut sangat aktif, jarang tidur siang, bahkan sulit diajak makan meskipun sudah diberi berbagai variasi makanan.
Menurut keterangan kader, beberapa keluarga juga telah berupaya maksimal dengan mengganti pola makan, membujuk anak, dan memberikan makanan bergizi, namun hasilnya masih belum tampak. Dalam kasus seperti ini, faktor genetik juga menjadi salah satu penyebab utama, di mana orang tua bertubuh kecil atau pendek berpotensi menurunkan pola pertumbuhan serupa pada anak mereka.
Faktor ekonomi turut menjadi penyebab tidak optimalnya hasil program. Beberapa keluarga tidak mampu melanjutkan pemberian makanan bergizi setelah bantuan PMT selesai. Hal ini menyebabkan berat badan anak yang sempat naik selama pemberian bantuan, kembali menurun di bulan berikutnya.
Meskipun begitu, kehadiran mahasiswa KKN Kolaboratif 100 membawa energi baru. Mereka tidak hanya membantu secara teknis, tetapi juga membangun hubungan emosional dengan warga dan anak-anak.
Sasaran program PMT ini juga diberikan kepada ibu hamil dengan kondisi janin yang berisiko stunting, dan bantuan dapat berlangsung selama berbulan-bulan tergantung pada kondisi masing-masing penerima. Pendekatan ini dinilai penting agar upaya pencegahan dimulai sejak masa kehamilan, bukan hanya setelah anak lahir.
Dengan kolaborasi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan mahasiswa KKN, Desa Gumelar terus berkomitmen menurunkan angka stunting. PMT bukan sekadar program bantuan makanan, melainkan bagian dari upaya menyeluruh untuk menciptakan generasi sehat, berkualitas, dan bebas dari stunting.