KKN Kolaboratif 100 Cegah Stunting Lewat Ice Cream Daun Kelor
11 August 2025
Gumelar, 11 Agustus 2025 — Mahasiswa KKN Kolaboratif 100 menggelar program “Pencegahan Stunting dan PMT Inovatif” di Balai Desa Gumelar bersama para ibu kader posyandu. Kegiatan ini menghadirkan narasumber Ibu Putri Lijayani, yang merupakan seorang bidan di Desa Gumelar.
Dalam sesi sosialisasi, Ibu Putri menekankan bahwa pencegahan stunting bukan hanya urusan ibu-ibu, tetapi tanggung jawab bersama seluruh anggota keluarga, termasuk bapak-bapak. “Stunting tidak hanya disebabkan oleh pernikahan dini, tetapi juga kurangnya pemenuhan gizi sejak masa kehamilan hingga pasca melahirkan. Peran suami dalam mendukung kesehatan ibu dan anak sangat penting,” ujarnya.
Pesan ini disambut antusias oleh para peserta. Banyak kader posyandu yang mengaku akan menyampaikan kembali informasi tersebut kepada para orang tua, agar kesadaran akan pentingnya gizi seimbang dan pola asuh tepat semakin meluas.
Selain sosialisasi, mahasiswa KKN juga mempraktikkan pembuatan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) inovatif berupa ice cream dari daun kelor disertai pembuatan leaflet yang berisikan informasi mengenai ice cream dari daun kelor mulai dari komposisi hingga kandungan gizi. Olahan ini dipilih karena kandungan gizi daun kelor yang tinggi, namun dikemas dalam bentuk yang menarik agar lebih mudah dierima oleh anak-anak. Melalui kegiatan ini kami juga memfasilitasi warga Desa Gumelar berupa resep dalam bentuk e-book yang berisi berbagai olahan makanan dan minuman dari daun kelor.
“Kami ingin memberikan contoh bahwa makanan bergizi tidak harus mahal dan bisa dibuat dengan cara yang menyenangkan,” kata salah satu mahasiswa KKN, yaitu Mohammad Saiful Rizal.
Dengan adanya kegiatan ini, KKN Kolaboratif 100 berharap para kader posyandu dapat menjadi agen perubahan di desa, mengajak semua pihak baik ibu maupun ayah untuk bersama-sama mencegah stunting demi masa depan generasi yang lebih sehat.