Kelompok 100 KKN Kolaboratif Desa Gumelar, Balung Bersama Pustu Gelar Imunisasi 50 Balita Hari Ini
23 July 2025
Gumelar, Balung – Rabu, 23 Juli 2025, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif Kelompok 100 bersama Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Gumelar sukses menyelenggarakan kegiatan imunisasi rutin bagi balita.
Kegiatan berlangsung di Balai Pustu Desa Gumelar mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB. Sebanyak 50 balita penerima kupon imunisasi hadir bersama orang tua mereka untuk mendapatkan layanan kesehatan. Imunisasi yang diberikan meliputi BCG, Polio, Campak, dan DPT-HB-Hib, sesuai jadwal imunisasi dasar yang dianjurkan oleh Kementerian Kesehatan. Selain imunisasi, dilakukan juga penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, pemeriksaan tumbuh kembang, dan konseling gizi.
Kegiatan ini merupakan agenda rutin bulanan di Desa Gumelar dengan undangan yang disesuaikan sasaran, khususnya bayi dan balita yang belum mendapat imunisasi lengkap. Mahasiswa KKN Kolaboratif berperan aktif membantu mengatur alur antrian serta mendokumentasikan kegiatan. Dengan adanya kolaborasi ini, pelayanan kesehatan berlangsung lebih cepat, tertib, dan informatif.
Bidan Pustu, Bu Putri Luayani, menjelaskan bahwa imunisasi hanya diberikan pada balita dalam kondisi sehat. “Jika balita sedang sakit, imunisasi ditunda demi menjaga keamanan dan efektivitas vaksin,” jelasnya.
Wakil koordinator KKN Kolaboratif 100, Indra mengatakan, “Kolaborasi ini tidak hanya meringankan tugas petugas Pustu, tetapi juga mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat. Ini pengalaman berharga bagi kami untuk belajar langsung mengenai pelayanan kesehatan desa,” ujarnya.
Salah satu warga, Ibu Dewi, orang tua balita penerima imunisasi, mengungkapkan kesannya terhadap pelayanan hari ini. “Mahasiswa KKN sangat ramah dan membantu kami saat antri, jadi kami merasa nyaman dan tidak khawatir,” tuturnya. Ia berharap kegiatan serupa tetap melibatkan mahasiswa agar warga lebih mudah mendapatkan informasi kesehatan.
Program KKN Kolaboratif dirancang untuk memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, lembaga layanan publik, dan masyarakat. Dengan model kolaborasi ini, setiap kegiatan diharapkan memberi dampak nyata, seperti peningkatan kualitas layanan kesehatan, edukasi gizi, dan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan penyakit.